INI FORMASI ASN PPPK KOTA TERNATE TAHUN 2022

Formasi ASN PPPK Kota Ternate Tahun 2022


www.ainamulyana.com Ini Formasi ASN PPPK Kota Ternate Tahun 2022. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menetapkan Formasi ASN PPPK Kota Ternate Tahun 2022 melalui Keputusan Menpan RB Nomor 872 Tahun 2022 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Ternate Tahun 2022.

 

Sahabat ainamulyana.com, mengacu pada Keputusan Menpan RB Nomor 872 Tahun 2022 tentang Penetapan Formasi ASN PPPK Kota Ternate Tahun 2022 atau Penetapan Kebutuhan Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Ternate Tahun 2022, akan dibuka formasi untuk guru sebanyak 100 orang, sedangan formasi untuk tenaga kesehatan 44 orang dan formasi untuk tenaga teknis sebanyak 5 orang.

 

Sebagaimana diketahui, Secara nasional pemerintah akam membuka rekrutmen 530.028 oarang tenaga ASN Tahun 2022. Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menetapkan sebanyak 530.028 kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) nasional tahun 2022 (data per 6 September 2022). Jumlah tersebut merupakan total dari penetapan kebutuhan untuk instansi pusat sebanyak 90.690 dan instansi daerah sebanyak 439.338. Kebutuhan daerah terinci sebanyak 319.716 PPPK Guru, 92.014 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 27.608 PPPK Tenaga Teknis.

 

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menuturkan, salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah penataan tenaga non-ASN. Karenanya, penetapan kebutuhan ASN tahun 2022 sekaligus menjadi komitmen nyata pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kesehatan secara nasional.

 

"Arah kebijakan pengadaan ASN tahun 2022 kita fokus pada pelayanan dasar yaitu guru dan tenaga kesehatan. Fokus lainnya adalah keberpihakan kepada eks tenaga honorer kategori II (THK-II)," jelas Menteri Anas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan ASN Tahun 2022, di Jakarta, Selasa (13/09).

 

Anas menguraikan, saat ini fenomena yang terjadi secara nasional adalah penyebaran ASN tidak merata dan masih menumpuk di kota besar. Sementara proses rekrutmen, penyebaran, dan kebutuhan tiap tahun sudah sangat transparan. Ia menegaskan bahwa arahan Presiden RI Joko Widodo sangat jelas, yaitu pemerataan SDM ASN. Rekrutmen pun harus jelas dan akuntabel. "Jadi masalahnya tidak hanya kekurangan tetapi juga penyebaran. Padahal Pak Presiden sangat memperhatikan luar Pulau Jawa," ungkap Anas.

 

Ketimpangan ini bukan semata-mata perkara jumlah saja, tetapi adanya fenomena ASN yang suka berpindah-pindah ketika mereka sudah masuk menjadi ASN. Hal ini menyebabkan distribusi ASN menjadi tidak merata, disamping alasan karena minimnya pendaftar calon ASN di daerah-daerah terpencil. Anas berharap bahwa ASN bukan menjadi ladang mencari pekerjaan, tetapi untuk pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

"Tetapi setelah diterima banyak yang minta pindah ke kota lain. Maka setiap tahun banyak tempat di luar Pulau Jawa yang kekurangan nakes dan guru," ujar mantan Bupati Banyuwangi tersebut.

 

Anas menilai seberapa banyak pun ASN tenaga kesehatan maupun tenaga pendidikan yang direkrut, ketimpangan akan terus terjadi. "Sehingga kita berdiskusi dengan pemda karena tidak mungkin ini diselesaikan oleh pemerintah pusat saja kalau tidak ada goodwill semua kepala daerah," imbuhnya.

 

Diungkapkan, Menteri Anas telah berdiskusi dengan BKN terkait aturan bagi ASN yang akan bekerja di instansi pemerintah harus melakukan perjanjian agar mereka siap untuk tidak pindah dalam kurun waktu tertentu yang telah disepakati. Kebijakan ini diharapkan bisa didukung dengan sistem yang mumpuni agar manajemen kepegawaian lebih tertata. Kebijakan ini pun diharapkan bisa turut mendukung pemerataan tenaga ASN di seluruh Indonesia sekaligus mencegah munculnya masalah akibat ASN berbondong-bondong pindah ke Pulau Jawa.

 

Dalam mengurai permasalahan tenaga non-ASN, Menteri Anas sudah berkoordinasi intens dengan perwakilan kepala daerah yang terhimpun dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Mantan Kepala LKPP ini pun telah berkonsolidasi dengan Menteri Kesehatan untuk memperkuat akurasi pendataan tenaga non-ASN sektor kesehatan.

 

"Aspirasi asosiasi pemda harus kita respons dan kolaborasi ini memastikan keputusan diambil dengan memperhitungkan banyak aspek. Ini kita tempuh dalam rangka mencari alternatif agar ke depan birokrasi kita bisa lebih hebat," tutup Menteri Anas.

 

Bagi Anda tertarik terkait Informasi Formasi ASN PPPK Kota Ternate Tahun 2022, karena berencana untuk mengikuti seleksi ASN PPPK Guru, tenaga Kesehatan dan tenaga teknis di lingkungan Kota Ternate, silahkan download atau baca Salinan Keputusan Menpan RB Nomor 872 Tahun 2022 tentang Penetapan Kebutuhan atau Formasi ASN PPPK Kota Ternate tahun 2022. LINK DOWNLOAD DISINI

 

Baca Juga

Salinan Keputusan Menpan RB Nomor 879 Tahun 2022 tentang Penetapan Kebutuhan atau Formasi ASN PPPK Kota Megelang

Salinan Keputusan Menpan RB Nomor 522 Tahun 2022 tentang Penetapan Kebutuhan atau Formasi ASN PPPK Kabupaten Pacitan

 

Demikian informasi tentang Formasi ASN PPPK Kota Ternate Tahun 2022. Semoga ada manfaatnya. Dapatkan informasi dan berita menarik lainnya melalui laman https://www.ainamulyana.com/.

=============



= Baca Juga =



Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Deejpilot. Diberdayakan oleh Blogger.