Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang Asesmen Nasional

Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang AN (Asesmen Nasional)


Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang AN (Asesmen Nasional) pada intinya sebagai dasar Integrasi pelaksanaan TKA dengan AN khusus untuk asesmen kompetensi minimum (literasi dan numerasi. Oleh karena itu sekolah yang tidak mengikuti TKA maka tidak akan memiliki rapor Pendidikan.

 

Perbedaan ketetntuan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang Asesmen Nasional (AN) dengan peraturan sebelumnya adalah bahwa peserta AN adalah seluruh siswa kelas akhir atau kelas 6 SD, kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA SMK.

 

Adapun dasar pertimbangan diterbitkanya bahwa penyelenggaraan asesmen nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional, perlu dilakukan penyesuaian agar lebih efektif dan efisien.

1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6994);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6676) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6762);

5. Peraturan Presiden Nomor  188 Tahun 2024  tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 385);

6. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1050);

 

Isi Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang Asesmen Nasional (AN), anatara lain merubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 832) diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan ayat (3) dan ayat (7) Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Hasil belajar kognitif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a mencakup literasi membaca dan numerasi.

(2) Hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diukur melalui asesmen kompetensi minimum.

(3) Hasil belajar nonkognitif mencakup sikap yang melandasi  karakter  dalam  delapan  dimensi  profil lulusan.

(4) Hasil belajar nonkognitif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diukur melalui survei karakter.

(5) Kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c mencakup:

a. iklim keamanan;

b. iklim inklusivitas dan kebinekaan; dan

c. proses pembelajaran di satuan pendidikan.

(6) Kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diukur melalui survei lingkungan belajar.

(7) Delapan dimensi profil lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi:

a. keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

b. kewargaan;

c. penalaran kritis;

d. kreativitas;

e. kolaborasi;

f. kemandirian;

g. kesehatan; dan

h. komunikasi.

 

2. Ketentuan ayat (1) dan ayat (3) Pasal 5 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Persiapan AN meliputi:

a. penentuan waktu pelaksanaan;

b. pendataan peserta AN oleh Kementerian, kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama, dan Pemerintah Daerah;

c. penentuan tempat pelaksanaan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan Pemerintah Daerah; dan

d. ketersediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia di satuan pendidikan yang menjadi tempat pelaksanaan AN.

(2) Waktu pelaksanaan AN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh Menteri.

(3) Pendataan peserta AN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:

a. peserta didik kelas akhir pada SD/MI/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat, SMA/MA/Sederajat, dan SMK/MAK;

b. pendidik pada setiap satuan pendidikan; dan

c. kepala satuan pendidikan.

(4) Tempat pelaksanaan AN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan tempat yang memiliki akses jaringan internet yang memadai.

(5) Ketersediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d menjadi tanggung jawab:

a. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama;

b. Pemerintah Daerah;

c. masyarakat penyelenggara pendidikan; dan

d. Kementerian.

(6) Tanggung jawab ketersediaan sumber daya AN sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilaksanakan sesuai dengan kewenangannya.

 

3. Ketentuan ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) Pasal 6 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Peserta AN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) berasal dari satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama, Pemerintah Daerah, atau masyarakat.

(2) Peserta   AN   yang   berasal   dari   peserta   didik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf a:

a. terdaftar dalam sistem basis data yang dikelola oleh Kementerian; dan

b. mendaftar  pada  laman  yang  disediakan  oleh Kementerian.

(3) Peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Pemerintah Daerah atau kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

(4) Pendidik dan kepala satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf b dan huruf c terdaftar dalam sistem basis data yang dikelola oleh Kementerian.

 

4. Di antara Pasal 9 dan Pasal 10 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 9A sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Pengukuran   kompetensi   literasi   membaca   dan numerasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dapat diintegrasikan dalam pengukuran capaian akademik pada mata pelajaran tertentu.

(2) Pengukuran     capaian     akademik     sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

5. Ketentuan  Pasal  12  diubah  sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pedoman penyelenggaraan mengenai persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil AN ditetapkan oleh Menteri.

 

Link download Salinan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang Asesmen Nasional (AN)

 

Link download Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026

 

Demikian informasi tentang Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 Tentang AN (Asesmen Nasional). Semoga ada manfaatnya, terima kasih atas kesempatan berkunjung ke blog ini.

 

 



































Free site counter


































Free site counter