SE Menaker Tentang THR Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan Tahun 2026

SE Menaker Tentang THR Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan Tahun 2026


SE Menaker Tentang THR Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan Tahun 2026 secara resmi tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan SE Menaker Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2026 Bagi Pekerja/Buruh  Di Perusahaan

 

Isi Surat Edaran menyatakan bahwa Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi PekerjafBuruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan Pekerja/Buruh dan keluarganya dalam menyambut Hari Raya Keagamaan . Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Veraturan Menteri Ketenagakerjaan Nom or 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi PekerjajBuruh di Perusahaan , pemberian THR Keagamaan merupakan  kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Pengusaha kepada PekerjajBuruh .

 

Pemberian THR Keagamaan tersebut dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. THR Keagamaan diberikan kepada:

a. Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih;

b. Pekerja/Buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan Pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

2. THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari   Raya Keagamaan,  namun Perusahaan dihimbau agar dapat membayarkannya lebih awal sebelum batas waktu tersebut.

3. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:

a. bagi Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.

b. bagi yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus.._ menerus atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan  secara  proporsional   sesuai dengan  perhitungan: masa kerja/12 x  1 bulan upah

4. Bagi Pekerja/Buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut:

a. Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata­ rata upah yang diterima dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.

b. Pekerja/Buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

5. Bagi Pekerja/Buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan upah rata­ rata 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.

 

6. Bagi Perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, atau kebiasaan, lebih besar dari nilai THR Keagamaan sebagaimana nomor 3 di atas, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai dengan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, atau kebiasaan tersebut.

7. THR Keagamaan wajib dibayarkan oleh Pengusaha secara penuh dan tidak boleh dicicil.

 

Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan Tahun 2026, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mengupayakan agar Perusahaan di wilayah Saudara membayar THR Keagamaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan, agar masing-masing wilayah provinsi dan kabupatenfkota membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 yang terintegrasi melalui laman https://poskothr.kemnaker.go.id.

 

Berkenaan dengan hal-hal tersebut, diminta bantuan Saudara untuk menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/Wali kota dan pemangku kepentingan terkait di wilayah Saudara.

 

Demikian infomrasi tentang Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan SE Menaker Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2026 Bagi Pekerja/Buruh  Di Perusahaan. Semoga ada manfaatnya.



































Free site counter


































Free site counter


































Free site counter